AXEL STUDIO FOTO
Jl.Manggis IV no 2B Sompok
Kota Semarang 50249
(024) 70 50 57 79 atau 0858 766 16 999
wisnu adji photography ®
Surabaya Head Office & Studio
Jl. Tambora 6A, Semarang
Jl. Setali no. 24, Surabaya
phone/fax : (031) 567.3311
MEDIUM REK@M DATA
Jl Genuksari RT 06/ RW 01 Kelurahan Genuksari,
Kota Semarang 50117
0818-246-151
Win's Photo Video
Office : Jl. Howitzer Raya No.16. Rt 016/03, Sumur Batu, Jakarta Pusat – 10640.
Phone : 021-424 2575, 021-9325 8795, 021-3248 2588, 0812 8118 0222
Fax : 021-424 2575
Email : wins.studio07@gmail.com
ERLANGGA PHOTO

Jl. Wonodri Kopen I no.5, Semarang, Indonesia
Surni maher
- Mobile : 024-70119925
- Mobile : 08164255673
- Pin BB : ERLANGGA Photo-Media
1. Menyelaraskan Waktu.
Disini yang utama libatkan yang Maha Memiliki Waktu, secara prinsip tidak ada waktu yang tidak baik, tetapi dengan masih
kentalnya adat daerah masing-masing hal- hal yang berk aitan dengan perhitungan waktu masih dipakai dalam penyelenggaraan adat pernikahan. Untuk yang muslim lakukanlah sholat istikharah dengan niatan mohon petunjuk Allah SWT, agar ibadah pernikahannya mendapat rahmat dari-Nya dan semata-mata karena-Nya. Untuk yang mempunyai orang tua atau pihak yang biasa disebut sesepuh yang masih menggunakan perhitungan adat, calon pengantin "manut" aja, itung-itung bakti pada orang tua atau yang dituakan.
2. Anggaran.
Untuk yang satu ini, secara umum patut dijadikan acuan. Sesuaikanlah budget jangan sampai maksud sakral dari penyelenggaraan pernikahan menjadi bias karena anggaran yang kurang diperhitungkan. Memang secara khusus tida k ada ukuran yang pasti untuk penyelenggaraan acara pernikahan. Dari yang sangat sederhana sampai mewah wah pun bisa.
Bahkan ada opini di masyarakat kalau dalam menyelenggarakan hajat perkawinan, terbersit untung rugi. Jangan sampai disaat kita harus menyelesaikan kewajiban kita pada vendor-vendor, terjadi penundaan atau terkesan kurang bertanggung jawab. Seikhlas-ikhlasnya manusia, pasti akan kurang berkenan jika disaat kewajiban sudah ditunaikan saat menghendaki haknya, tertunda. Jadi anggaran disini betul-betul adalah anggaran yang telah dipersiapkan, bukan kita berharap dari adanya sumbangan.
3. Tempat .
Ini adalah hal yang perlu didahulukan, semua berkaitan dengan anggaran, tamu yang diundang, kenyamanan acara dll. Lingkungan tempat tinggal dapat dijadikan tempat acara kalau toh memang memungkinkan di lakukan, tentunya perlu melibatkan tetangga-tetangga sekitar berkaitan dengan keramaian yang timbul. Apabila menggunakan gedung pertemuan tentunya dipertimbangkan pula kemudahan akses untuk datang bagi tamu undangan, hal tersebut juga perlu juga menjadi pemikiran, walau untuk ukuran jaman sekarang alat transportasi sudah banyak tersedia. "Kebiasaan-kebiasaan" dalam operasional gedung, seperti halnya keamanan, listrik dan segala sesuatu yang berkaitan dengan lancarnya acara digedung layak mendapat perhatian.
4. Perias.
Setelah ketiga hal tersebut diatas, yang perlu dipikirkan adalah perias pengantin. Saat ini ratusan perias ada di sekitar kita dari yang senior sampai yang yunior, semua berkompetisi dalam meyakinkan calon pelanggannya. Banyak-banyaklah mencari informasi, dari teman yang sudah menikah, saudara, tetangga, di web site, dan referensi-referensi lainnya. Tidak perlu sungkan untuk sekedar datang di acara resepsi yang ada, untuk melihat langsung hasil akhir dari tata rias pengantin yang ada walau kita tidak mengenalnya. Pertimbangkan pula dengan harga yang ditawarkan, mahal belum tentu baik, murahpun jangan jadi acuan. Mengingat ini adalah insya Allaah event sekali seumur hidup.
Tidak cukup hanya kelihatan halus tata riasnya, tetapi "pakem" yang dijadikan acuan dari adat yang dipakai layak pula menjadi pertimbangan, apalagi saat ini banyak sekali secara pribadi melihat hasil dari riasan melenceng jauh dari pakem yang menjadi acuan, yang satu seolah-olah kejar setoran yang satu yang penting halus make upnya, pihak pengantin atau yang punya kerjapun karena keterbatasan pengetahuannya diam saja, yang ada hanya jadi penyesalan di belakang hari.
5. Catering.
Tentunya perlu informasi yang tepat untuk yang satu ini, reputasinya, masakannya, spesial menu yang ditawarkan dan penyajian yang ditawarkan. Masing-masing catering punya taste tersendiri yang berbeda satu sama lainnya. Juga jangan sungkan-sungkan kita orientasi di resepsi yang ada. Tentunya jangan lupa mengambil kartu nama yang biasanya disediakan, berikan catatan kecil di kartu nama tsb untuk memberikan penilaian terhadap jasa catering tersebut. Satu hal yang patut menjadi perhatian, jika kita memang telah memperhitungkan kecukupan tersedianya masakan, dan alhamdulillah berlebih, cobalah untuk meminta tolong pihak catering untuk meneruskan kelebihan masakan ke yang membutuhkan, misal yayasan anak yatim piatu, tetangga-tetangga. Tidak masalah kita tambahkan biaya untuk itu semua, asal tidak mubazir terbuang. Atau dalam kepanitiaaan diserahkan tanggung jawab ini pada mereka yang bener-bener pegang amanah.
6. Decorasi.
Untuk vendor yang satu ini,perlu juga dipertimbangkan terutama berkaitan dengan nuansa yang ingin dikedepankan, tradisional, kontemporer, minimalis, barat, muslim. Banyak vendor yang menawarkan berbagai paket dekorasi, dari mulai dekorasi kamar pengantin, acara dirumah sampai digedung. Berkonsultasilah dengan vendor ini berkaitan dengan tata rias yang akan dipakai, karena banyak yang hanya karena senang dengan nuansa yang ada di contoh yang ditawarkan, ternyata tidak match dengan tata riasnya, sehingga pada saat diambil gambar atau videonya terkesan tidak tervisual dengan baik.
7. Foto/Shooting
Untuk vendor ini, paling-paling mendapat perhatian. Karena sebagus apapun acara yang kita gelar, disaat moment-moment terindah ingin kita dapatkan, ternyata tidak dapat kita dapatkan karena ketidak profesionalan vendor. under construction
8. Undangan.
9. Ucapan Terima Kasih/Souvenir.
Copyright © 2013 riasmanten.net · All Rights Reserved